Pedoman proses perceraian

Oleh: Pengacara Perceraian "Yudha & Rekan"  01/01/2012
Kata kunci: pengacara cerai

rosedur Berperkara PERCERAIAN TATA CARA PENGAJUAN PERKARA PERCERAIAN 1.Untuk perkara perceraian, Pemohon (Suami) atau Penggugat (isteri) mengajukan permohonan atau gugatan perceraian secara tertulis atau lisan ke Pengadilan Agama; 2.Untuk perkara lainnya, Pemohon atau Penggugat mengajukan permohonan atau gugatan perceraian ke Pengadilan Agama; 3.Pengadilan Agama dapat membantu Pemohon atau Penggugat merumuskan permohonan atau gugatan; 4.Pemohon atau Penggugat pada saat pendftaran membawa fotokopi Buku Nikah, fotokopi KTP, fotokopi Akta Kelahiran Anak, dan lain-lain. 5.Pemohon atau Penggugat membayar panjar biaya perkara. 6.Bagi Pemohon atau Penggugat yang tidak mampu (miskin) dapat beracara secara cuma-cuma (prodeo), dengan melampirkan Surat Ketarangan Tidak Mampu dari Kelurahan yang diketahui oleh Camat. PROSES PERSIDANGAN PERCERAIAN 1.Setelah perkara didaftarkan, Pemohon atau Penggugat dan pihak Termohon atau Tergugat serta Turut Termohon atau Turut Tergugat menunggu Surat Panggilan untuk menghadiri persidangan; 2.Tahapan Persidangan: 1.Upaya perdamaian 2.Pembacaan permohonan atau gugatan 3.Jawaban Termohon atau Tergugat 4.Replik Pemohon atau Penggugat 5.Duplik Termohon atau Tergugat 6.Pembuktian (Pemohon/Penggugat dan Termohon/Tergugat) 7.Kesimpulan (Pemohon/Penggugat dan Termohon/Tergugat) 8.Musyawarah Majelis 9.Pembacaan Putusan/Penetapan 3.Setelah perkara diputus, pihak yang tidak puas atas putusan perceraian tersebut dapat mengajukan upaya hukum (verset, banding, dan peninjauan kembali) selambat-lambatnya 14 hari sejak perkara diputus atau diberitahukan. 4.Setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, untuk perkara permohonan talak, Pengadilan Agama: 1.Menetapkan hari sidang ikrar talak; 2.Memanggil Pemohon dan Termohon untuk menghadiri sidang ikrar talak; 3.Jika dalam tenggang waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkan sidang ikrar talak, suami atau kuasanya tidak melaksanakan ikrar talak di depan sidang, maka gugurlah kekuatan hukum penetapan tersebut dan perceraian tidak dapat diajukan berdasarkan alasan hukum yang sama. 5. Setelah pelaksanaan sidang ikrar talak, maka dapat dikeluarkan Akta Cerai. 6.Setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, untuk perkara cerai gugat, maka dapat dikeluarkan Akta Cerai. 7.Untuk perkara lainnya, setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka para pihak yang berperkara dapat meminta salinan putusan. 8.Apabila pihak yang kalah dihukum untuk menyerahkan obyek sengketa, kemudian tidak mau menyerahkan secara sukarela, maka pihak yang menang dapat mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Agama yang memutus perkara tersebut.

Kata kunci: pengacara cerai