HIPNOTERAPI UNTUK VAGINISMUS: SALAH SATU GANGGUAN SEKSUAL PADA WANITA

HIPNOTERAPI UNTUK VAGINISMUS: SALAH SATU GANGGUAN SEKSUAL PADA WANITA dari HIPNOTERAPI DI BANDUNG BERIZIN DINKES

Oleh: HIPNOTERAPI DI BANDUNG BERIZIN DINKES  29/07/2011

Disfungsi seksual tak hanya menyerang kaum adam, kaum perempuan pun bisa mengalami kondisi tersebut. Salah satu gangguan yang sering dikeluhkan perempuan adalah vaginismus. Vaginismus adalah salah satu masalah disfungsi seksual yang dialami perempuan. Mereka yang mengalami masalah ini tentu saja tak akan mampu memenuhi kebutuhan seksualnya.

Vaginismus dapat menimbulkan efek merugikan pada kualitas kehidupan seorang wanita. Tidak hanya membuat menjadi sulit untuk menikmati hubungan seks, tetapi ketidakmampuan mengalami penetrasi membuat keputusan untuk memulai suatu keluarga menjadi sangat sulit.


Vaginismus adalah suatu keadaan di mana lingkaran otot-otot yang mengelilingi vagina menjadi kejang, menjepit lubang vagina dengan erat sehingga penetrasi oleh penis, menjadi sangat menyakitkan atau bahkan mustahil dilakukan. Perempuan yang menderita vaginismus tidak dapat mengendalikan kekejangan yang terjadi. Gangguan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan penyakit kelamin seperti adanya bakteri atau virus di organ intimnya.


Gangguan ini sebenarnya banyak berkaitan dengan masalah psikis. Pertama-tama, ada masalah fisik yang menyebabkan penetrasi penis, yang seharusnya sangat menyenangkan, menjadi sesuatu yang menyakitkan, hal ini yang terekam di pikiran bawah sadar penderita.


Bagi Anda yang mengalami gangguan tersebut jangan lantas berkecil hati. Hipnoterapi mungkin bisa Anda coba.


“Hipnoterapi adalah suatu bentuk terapi dengan memberdayakan tenaga jiwa bawah sadar, berupa energi sinar elektro magnetik satu oktaf dari Far Infra Red Rays (FIR), yang mempunyai panjang gelombang 6- 14 mikron. Apa pun gangguan psikologis bisa disembuhkan, termasuk penderita vaginismus,” kata hypnotherapist dari  Bandung, Achmad Ridwan Soedirjo, SH, CHt, CI, LAPHP.


Hipnoterapi, menurut dia, bisa diterapkan karena vaginismus terjadi karena faktor penyebabnya berada di pikiran bawah sadar (sub counscious mind) penderita. Terapi yang diberikan tergantung pada penyebab vaginismus yang terekam di pikiran bawah sadar penderita. Jenis terapi pada masing-masing penderita tidak sama. Untuk mengetahuinya, perlu pendekatan yang bersifat individual.


Proses Hipnoterapi adalah suatu proses di mana therapist membimbing penderita atau klien untuk masuk dalam kondisi terhipnotis atau trance. Di mana secara perlahan tapi pasti klien akan fokus dan mencapai konsentrasi yang sangat tinggi.


“Pada saat inilah seorang terapis akan memasukkan sugesti untuk mengatasi masalah yang dialami kliennya, tentu setelah penyebab awal terjadinya vaginismus diketahui,” kata Ridwan.

Sebelum memulai terapi ini, biasanya dilakukan pre talk atau pre-induction interview terlebih dahulu. Pada tahap ini therapist membuka percakapan untuk membangun kepercayaan kliennya, menghilangkan rasa takut terhadap hipnoterapi, dan menjawab semua pertanyaan klien tentang hipnoterapi.


“Agar proses pre-induction berlangsung baik, maka sebelumnya therapist harus dapat mengenali aspek-aspek psikologis dari klien, antara lain latar belakang klien, hal yang diminati, hal yang tidak diminati atau apa yang sudah diketahui klien terhadap hipnotis,” ucap hipnotherapist yang berdomisili di Bandung tersebut.


Langkah selanjutnya yang dilakukan terhadap klien, Ridwan menuturkan, adalah suggestibility tests (uji sugestibilitas). Tes ini penting karena menentukan apakah klien termasuk orang yang mudah menerima sugesti atau tidak. “Selain itu, uji sugestibilitas juga berfungsi sebagai ‘pemanasan’, dan juga untuk menghilangkan rasa takut terhadap proses hipnoterapi. Uji sugestibilitas juga membantu therapist untuk menentukan teknik induksi yang terbaik bagi klien,” tuturnya.


Setelah dua langkah awal berhasil dilakukan, terapis baru melakukan induction (induksi). Induksi adalah cara yang digunakan seorang hypnotherapist untuk membawa pikiran klien berpindah dari pikiran sadar (conscious) ke pikiran bawah sadar (sub counscious mind) dengan cara mem-bypass critical factor kliennya. Teknik induksi pada Hipnoterapi adalah relaksasi progresif.


“Saat tubuh dan pikiran menjadi rileks. Saat gelombang otak akan turun dari beta, alfa, theta, dan delta. Semakin turun gelombang otak, klien akan semakin rileks sehingga berada dalam kondisi trance. Saat itulah sugesti diberikan,” tuturnya lagi.


Pada proses hipnoterapi, klien tidak tertidur. Jika klien tertidur, biasanya sang terapis akan melakukan tapping lembut di kening klien agar klien dapat keluar sedikit demi sedikit dari kondisi deep trance.


“Sebaiknya jika ingin menjalani hipnoterapi, klien tidak sedang dalam keadaan sangat capek atau mengantuk karena rasa capai dan mengantuk bisa menyebabkan klien tertidur (natural sleep) dan jika klien tertidur, sugesti tidak bisa terekam pada pikiran bawah sadar klien,” kata dia lagi.


Manfaat hipnoterapi untuk penderita vaginismus diakui psikolog dari Universitas Indonesia, Ratna Dewanti. Ia mengatakan, penyakit atau kelainan kejiwaan apa pun jenisnya bisa disembuhkan.

“Vaginismus berhubungan dengan kejiwaan. Selain berkonsultasi dengan psikolog, terapi hipnoterapi juga bisa digunakan. Tidak heran banyak psikolog memadukan dua unsur pengobatan tersebut,” katanya.