Hipnoterapi Untuk Ketergantungan Alprazolam / Xanax / Calmlet / Frixitas

Hipnoterapi Untuk Ketergantungan Alprazolam / Xanax / Calmlet / Frixitas dari HIPNOTERAPI DI BANDUNG BERIZIN DINKES

Oleh: HIPNOTERAPI DI BANDUNG BERIZIN DINKES  05/08/2011
Kata kunci: Terapi Insomnia, Terapi Vaginismus,

Xanax, Calmet, Frixitas dengan zat aktif Alprazolam merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan benzodiazepine (minor tranquilezer) yang bekerja dengan cepat setelah dikonsumsi. Indikasi Xanax adalah untuk mengatasi anxiety (kecemasan), panick attack, serta depresi ringan. Xanax bekerja pada Gamma-Amino Butyric Acid (GABA) receptor, neurotransmitter yang penting di otak manusia.

Menurut Undang Undang RI No 22 / 1997 Alprazolam sendiri masuk dalam kategori obat-obatan Psikotropika Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan.


Farmakologi :

Farmakodinamik Alprazolam merupakan derivat triazolo benzodiazepin dengan efek cepat dan sifat umum yang mirip dengan diazepam. Alprazolam merupakan anti ansietas dan anti panik yang efektif.


Mekanisme kerjanya yang pasti belum diketahui. Efek tersebut diduga disebabkan oleh ikatan Alprazolam dengan reseptor-reseptor spesifik yang terdapat pada susunan saraf pusat. Secara klinis, semua senyawa benzodiazepin menyebabkan depresi susunan saraf pusat yang bervariasi tergantung pada dosis yang diberikan.

 

Farmakokinetik Pada pemberian secara oral, alprazolam diabsorpsi dengan baik dan absorpsinya tidak dipengaruhi oleh makanan sehingga dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Konsentrasi puncak dalam darah dicapai dalam waktu 1 – 2 jam setelah pemberian oral dengan waktu paruh eliminasinya adalah 12 – 15 jam. Waktu paruh ini berbeda-beda untuk pasien usia lanjut (16,3 jam), orang dewasa sehat (11 jam), pasien dengan gangguan fungsi hati (antara 5,8 – 65,3 jam) serta pada pasien dengan masalah obesitas (9,9 – 40,4 jam).


Sekitar 70 – 80% Alprazolam terikat oleh protein plasma. Alprazolam mengalami metabolisme di hati menjadi metabolit aktifnya dan metabolit lainnya yang tidak aktif. Metabolit aktif ini memiliki kekuatan 1½ kali dibandingkan dengan Alprazolam, tetapi waktu paruh metabolit ini hampir sama dengan Alprazolam. Ekskresi alprazolam sebagian besar melalui urin, sebagian melalui ASI dan dapat melalui sawar plasenta.


Indikasi :

1. Ansietas, termasuk neurosis ansietas dan ansietas yang menyertai depresi.

2. Gangguan panik, termasuk serangan panik.


Cara kerja Alprazolam yang cepat diserap sistem pencernaan, merupakan keunggulan obat ini dalam mengatasi panic attack. Puncak konsentrasi alprazolam dalam plasma manusia diperoleh hanya dalam waktu 1 sampai 2 jam setelah dikonsumsi. Obat ini hanya boleh diresepkan oleh dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater).


Alprazolam tersedia dalam dosis 0.25 mg (berwarna putih), 0.5 mg (berwarna merah muda), dan 1 mg (berwarna biru muda).


Fenomena belakangan ini di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, menunjukkan penggunaan Xanax meningkat tajam, hal ini kelihatannya disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi negara kita yang masih belum stabil, sehingga semakin banyak orang yang mengalami kecemasan (anxiety -GAD), stress, sampai depresi.


Masalah bertambah runyam, karena pemakaian Alprazolam dapat mengakibatkan adiksi (ketergantungan) psikis dan fisik yang hebat. Pada sebagian orang dosis yang dibutuhkan makin lama makin meningkat, karena kebutuhan otak pasien akan zat alprazolam ini makin meningkat seiring dengan waktu, jika penggunaannya tidak diawasi dengan ketat.


Sekarang bagaimana cara untuk mengurangi dosis Alprazolam pada pasien? Dihentikan secara mendadak tidak mungkin, karena otak pemakai akan “berontak”, yang mengakibatkan withdrawal symptom, tubuh terasa sangat tidak nyaman, badan menggigil, muncul keringat dingin, pegal, tremor, tidak dapat berpikir tenang, hilang nafsu makan, dll.


Untuk mengurangi pemakaian Alprazolam dengan aman, dibutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun.


Alprazolam juga berpotensi untuk disalahgunakan sebagai “recreational drug” oleh sebagian orang. Biasanya Xanax diminum dengan minuman beralkohol agar berfungsi sebagai “obat rekreasi”. Alprazolam juga sering dipakai untuk menenangkan orang yang telah menggunakan Ecstacy (3,4-Methylenedioxy-n –methylamphetamine), LSD, amphetamine,methamphetamine, dan Lysergic acid diethylamide (LSD).


Hipnoterapi, sebagai salah satu terapi psikosomatis, dapat membantu mempercepat menghentikan ketergantungan Xanax, karena hipnoterapi bekerja membantu klien untuk keluar dari beban hidup atau masalah klien dengan membangun aspek kejiwaan dengan cara “memprogram” kembali alam bawah sadar klien.


Jika masalah psikis klien dapat diselesaikan, maka secara otomatis konsumsi Xanax akan berkurang, sampai akhirnya klien terbebas dari belenggu Alprazolam, namun harus diingat bahwa seorang hipnoterapis tidak berhak untuk mengatur konsumsi dosis Alprazolam kliennya. Yang berhak untuk mengatur dosis pasien hanyalah psikiater yang menangani pasien tersebut.

Kata kunci: Terapi Insomnia, Terapi Vaginismus,