NATESH Sanitary Pads and Pantyliner

NATESH Sanitary Pads and Pantyliner dari APOTEK RIYO

Oleh: APOTEK RIYO  25/07/2011
Kata kunci: toko online, bisnis online, Kesehatan

TENTANG NATESH
1. Mengapa pembalut penting bagi wanita??

    Memasuki usia remaja/akil balig setiap wanita akan mengalami suatu masa yang disebut menstruasi. Proses ini merupakan hal     alamiah karena terjadinya pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan. Rataan menstruasi dimulai     saat wanita berusia sekitar 10/11 tahun dan biasanya berhenti sekitar usia 45-55 tahun. Maka sepanjang itulah seorang wanita     akan membutuhkan pembalut agar tetap dapat beraktivitas dalam hari-hari haidnya.

    Dari jaman dahulu, ternyata wanita sudah berusaha melakukan segala cara agar merasa nyaman selama menstruasi. Berikut     sejarah pembalut berdasarkan eranya :

  • Mesir kuno: untuk nyaman dari haid, para wanita mesir menggunakan kapas yang dilapisi dengan kertas papyrus

  • Abad ke-10, bangsa Suda mencatat dimana Ratu Hypatia yang hidup pada awal abad ke-4 menggunakan kain untuk mengatasi masalah haid

  • Sekitar abad 19 an, ada bentuk lain, yaitu menstrual cup (seperti mangkuk) untuk menampung cairan darah, tetapi hanya untuk kalangan bangsawan

  • Tahun 1896-an, pertama kali pembalut dibuat secara modern yang bahannya berasal wood pulp (bubur kayu) dan dapat langsung dibuang

  • Tahun 1921, diciptakan pembalut yang terbuat dari bahan selulosa yang diekstrak dari wood pulp

  • Sekitar tahun 1980-an, dikembangkan desain baru yang lebih nyaman dan ergonomis dalam pembalut,yaitu dengan bahan plastik (seperti PE film) untuk bagian luar, dengan perekat, gel

  • Tahun 1990-an, diciptakan berbagai jenis: lebih tipis

  • Tahun 2000-an, semakin banyak jenisnya, yaitu :
        - Pantyliner: di desain untuk menyerap cairan harian atau saat menstruasi ringan. Bisa juga untuk ketidaknyamanan       masalah buang air kecil.
        - Pembalut super tipis- ultra thin: pembalut sangat tipis, penyerapannya sama dengan maxi/regular tetapi kepadatannya lebih       sedikit.
        - Regular: penyerapannya berada ditengah antara thin/tipis dan maxi.
        - Maxi: penyerapannya sangat tinggi, biasa digunakan saat haid sedang banyak.
        - Night: digunakan pada saat malam dan biasanya bagian belakang lebih lebar.
        - Maternity: digunakan bagi ibu setelah melahirkan (masa nifas).

    Dapat kita perhatikan, dari masa ke masa, pembalut terus mengalami perkembangan, yang akan menjamin tingkat kenyamanan     dari pemakai. Tetapi, dibalik itu, ada sisi lain yang perlu diperhatikan dari sisi kesehatan. Dimana sudah hampir satu dekade, terjadi     kontradiksi antara pemakaian pembalut dengan kesehatan organ reproduksi berkaitan dengan racun/toksisitas yang disebabkan     oleh dioksin. Kenapa dioksin sangat berbahaya??


2. Pembalut & Pantyliner = sumber dioksin dan kimia berbahaya??

    Bahasan tentang dioksin dalam pembalut bermula dari penilaian EPA (Enviromental Protection Agency) tahun 1996 yang     menyatakan bahwa disetiap tampon (semacam pembalut) yang dibuat dengan komposisi yang melalui proses pemutihan akan     menimbulkan senyawa organochlorine baru yaitu dioksin. Semua berawal dari bahan penyerap (absorbent agent) yang kebanyakan     dibuat dari rayon, wood pulp (bubur kayu), kapas, kertas bekas/daur ulang, atau bahan-bahan sisa. Untuk membuat bahan tersebut     kembali bersih dan berwarna putih, maka diperlukan sebuah proses yang cukup panjang. Awalnya, wood pulp dimasukkan dalam     tong-tong besar yang kemudian dibersihkan supaya lebih putih. Sedangkan bagi pembalut yang ditambahkan rayon dan juga kapas     untuk penyerapan yang lebih sempurna, maka bahan selulosa kayu dilarutkan dalam cairan asam. Pada proses ini saja, sudah     beberapa kali bahan kimia ditambahkan. Kemudian, proses berikutnya –terutama pada bahan yang berasal dari daur ulang (kertas)     mengalami satu proses pencucian dengan deterjen dan juga pemutih (bleaching) dengan chlorinisasi (pemberian klorin) yang     memberikan tampilan putih sempurna. Pada tahapan lain juga dilakukan proses penambahan formaldehide/formalin sebagai agen     anti-basah (anti-wet agent).

    Ternyata, setelah ditelusuri, zat-zat berbahaya tersebut di dalam setiap pembalut mengandung sekitar 400 ppt (part per trillion). Jika     dalam hidupnya seorang wanita menggunakan sekitar 16.800 buah pembalut, maka dapatkah anda memperkirakan jumlah zat-zat     kimia berbahaya yang tinggal dalam tubuhnya??

    Nasib pantyliner tidak jauh berbeda. Walau pantyliner tidak terdapat bahan kapas di dalamnya untuk menampung cairan darah,     tetapi jika komposisnya tetap dari bahan bekas/daur ulang, proses pemutihan akan berlangsung juga. Yang artinya: dioksin akan     tetap ada. Selama itu pula, berarti, wanita menumpukkan dioksin dalam tubuhnya di luar dari periode haid, karena pada     masa-masa tertentu, misalnya saat akhir-akhir hari haid (atau dikenal dengan nama spotting/bercak), saat stress dan ovulasi,     cairan vagina akan lebih banyak dan membutuhkan penampung super tipis agar tidak mengganggu aktivitas. Jadi, pemilihan     pantyliner yang aman, higienis dan nyaman tetap harus diperhatikan.


3. Pengetahuan tentang dioksin

    Dioksin, merupakan senyawa sederhana: Polychlorinated dibenzodioxins (PCDDs) yang ditemukan awalnya pada tahun 1848 di     Jerman. Sebagai senyawa polihalogenasi, disebut dioksin karena molekulnya membentuk rangka dioksin. Seluruh keluarga/jenis     dioksin jika sudah dikonsumsi/terhirup, sifatnya terakumulasi dalam jaringan lemak tubuh karena dioksin memiliki sifat lipofilik     (larut dalam lemak). Sifat lainnya yang dikenal yaitu: mutagen, tetratogen dan merupakan komponen organik. Jenis lain dari Dioksin     yaitu polychlorinated dibenzofuran (PCDFs). Berbagai sumber dioksin yaitu:

      1. asap daerah industri/proses industri: sisa pembakaran

      2. makanan sehari-hari yang mengandung lemak (produk turunan susu)

      3. herbisida, insektisida.

      4. asap rokok

      5. bahan-bahan yang mengandung resin/rayon atau pemutih: tampon/pembalut, bahan-bahan pembungkus makanan

      6. Proses klorinisasi. Semakin tinggi proses, semakin tinggi pula dioksin yang dihasilkan.


4. Riset tentang Dioksin dan Bahayanya

    Beberapa hasil penelitian tentang bahaya dioksin dalam tubuh manusia dan hewan:

  1. Dioksin, walaupun dalam jumlah sedikit, terakumulasi dalam jaringan lemak (endometriosis association, 2004). Intervensinya sampai pada tingkat sel, yang akhirnya mempengaruhi DNA, metabolisme hormon, sistem endokrin, reproduksi, fungsi imunitas dan faktor pertumbuhan, (Jurnal Environtmental Health Perspective, 1995).

  2. Wanita yang terpapar dioksin dapat mengalami gangguan endokrin pada berbagai tahap kehidupan yang meningkatkan risiko gangguan dan kondisi yang berkaitan dengan masalah hormon seperti ketidak teraturan siklus menstruasi, infertilitas/mandul, endometriosis, gangguan autoimun dan kanker sistem reproduksi. (National Institute of Health, 2005).

  3. Dalam penelitian in vitro dan in vivo (dicobakan ke hewan), paparan 2,3,7,8-TCDD (senyawa klorin) positif merusak hingga ke tingkat genetik seperti kerusakan DNA, mutasi gen, pertukaran kromatid saudara dan transformasi sel (IARC, 1997).

  4. Paparan dioksin dalam kadar tinggi, selain beresiko kanker dan non kanker juga mengganggu pertumbuhan/perkem-bangan janin, bayi/anak, karena dioksin dapat ditransfer melalui plasenta dan ASI (Tampon Safety and Act Congress, 1999).

  5. Ambang batas dioksin dalam tubuh manusia adalah 1 pikogram/kg BB (EPA, 1987).

  6. Pada proses produksi, terdapat dioksin yang terbawa dalam bahan rayon dan daur ulang (Dioxin in American Sanitary products,1998).

  7. Butuh minimal 8 tahun dari 50% dioksin dikeluarkan tubuh (fact sheet of dioxin, 2004).

  8. Salah satu sumber dioksin adalah bahan pemutihan (bleaching) bubur kertas (Fact sheet of dioxin, 2004).

  9. Dioksin merupakan produk sampingan dari proses pemutihan yang digunakan dalam pembuatan produk kertas, termasuk tampon, sanitary pads, panty liners, dan popok (Kongres Tampon Safety and Act 1999).

  10. Para ahli kesehatan merekomendasikan bagi pemakaian pembalut yang tidak diberi pemutih dan serat sintetik, karena pemutih dapat menyebabkan resiko kesehatan, termasuk kanker ovarium, mulut rahim / serviks,kanker payudara (Tampon Safety, 2003).

    Bahkan, IARC-WHO (International Agency for Research on Cancer) WHO , berdasarkan evaluasi dampak pada manusia dan hewan     yang dilakukan sejak tahun 1997 akhirnya pada tahun 2007 membuat peringatan akan efek samping dioksin dan dioksin     digolongkan sebagai zat karsinogenik bagi manusia (known human carcinogen). Jelas sudah, bahwa Dioksin sangat berbahaya     bagi kesehatan tubuh, dan tampon/pembalut menjadi salah satu sumber bertumpuknya dioksin pada sel-sel tubuh (terutama di     organ reproduksi).

   Bahaya Dioksin bagi manusia :

        a. Endometriosis (penebalan dinding rahim)

        b. Kanker: payudara, serviks/leher rahim, rahim

        c. Infeksi vagina (vaginitis)

        d. Sulit mempunyai keturunan (karena keputihan/infeksi vagina, kemandulan)

        e. Rendahnya, bahkan rusaknya sistem imunitas (menjadi mudah lelah, cepat emosi/marah, mudah sakit)

        f. Kista

        g. PMS (pre menstruation syndrom) : emosi tidak stabil, nyeri pada perut

        h. Tumor organ reproduksi

        i. Keputihan

        j. Haid tidak teratur (karena ketidakseimbangan hormon)
Mengapa harus memilih Natesh Pembalut dan pantyliner??

    Pilih-pilih pembalut dan pantyliner bukan memilih kucing dalam karung, karena mempengaruhi kesehatan organ wanita. Selektiflah     dalam memilih. Seorang wanita diharapkan terlihat cantik dan sehat bukan hanya terlihat dari luar saja, tetapi organ di dalamnya     rusak karena racun/toksin atau bahan-bahan yang sifatnya karsinogenik. Pepatah lama ”mencegah lebih baik daripada mengobati”     sangat tepat. Diharapkan, dengan meminimalisir jumlah toksik yang masuk, maka kecil kemungkinan pula akan terkena penyakit     berbahaya. Pembalut dan pantyliner dapat menjadi investasi masa depan kesehatan reproduksi para wanita.

    PT KK Indonesia telah menghadirkan satu produk modern, yaitu Natesh Pembalut dan pantyliner. Dirancang dengan teknologi     modern, Natesh memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk pembalut dan pantyliner pasaran.


  1. Membantu mencegah kanker mulut rahim/serviks.

  2. Membantu mencegah kanker ovarium, kanker uteri, kanker payudara, myoma, endometriosis dan kista ovarium

  3. Mencegah dan membantu mengatasi keputihan.

  4. Meringankan nyeri haid, termasuk migrain saat haid dan gejala-gejala PMS lainnya.

  5. Membantu membasmi jamur, bakteri, virus dan parasit yang berbahaya bagi organ intim dan reproduksi.

  6. Mencegah timbulnya bau tidak sedap pada saat haid.

  7. Membantu mencegah dan mengatasi infeksi saluran kemih.

  8. Mencegah dan membantu mengatasi gatal-gatal, terlalu lembab.

  9. Membantu revitalisasi dan metabolisme sel-sel di organ intim, reproduksi dan sekitar nya.

  10. Melancarkan sirkulasi darah di organ reproduksi, intim dan sekitarnya

  11. Membantu mengatasi haid yang tidak teratur.

  12. Meringankan gejala pre-menopause seperti hot flashes (rasa panas di dada).

  13. Meringankan stress dan emosional terutama di saat haid atau menjelang menopause.

  14. Menjaga kulit tetap segar dan tidak iritasi saat menggunakan pantyliner dan selama haid.

  15. Membantu memperbaiki kesuburan.

  16. Mempercepat pembuangan darah kotor dan gumpalan darah dari rahim.

  17. Meringankan sakit pinggang.

  18. Mencegah dan membantu mengatasi hemoroid (wasir/ambeien).
Pembalut dan Pantyliner Natesh sangat dianjurkan bagi wanita dengan: kulit sensitif (mudah iritasi dan gatal), keputihan/kekuningan mulai ringan sampai berat, masalah dengan hormon (haid tidak teratur, nyeri, haid terlalu banyak atau terlalu sedikit).



Kata kunci: apotek, Apotek Online, apotik, belanja online, bisnis online, bugar, farmasi, herbal, info online, Info Sehat, Kesehatan, obat, obat online, online shop, Online Store, Toko obat, toko online,