Puisi Mini Multimedia

Mencetak

Is Puisi Mini Multimedia incorrect or missing key business information? Update your Hotfrog listing today.

Tentang Puisi Mini Multimedia

#eShortPoem, Puisi Mini Multi Media: Genre Baru Puisi Era Social Media? Denny JA Setiap zaman memiliki suasana batin dan teknologinya sendiri. Di era yang serba cepat, serba ringkas, dengan teknologi social media, multimedia, serba terkoneksi, serba mudah mempublikasikan karya di Internet, tersedia teknologi yang murah untuk memotret, mudah mengedit gambar, mudah merekam video, perlu pula dikembangkan varian puisi yang sesuai. Saya menyebutnya electronic short poem, disingkat menjadi #eShortPoem, atau puisi mini multimedia. Puisi jenis ini mungkin akan lebih banyak ditulis oleh yang bukan penyair karir. Mereka membuatnya tidak dalam rangka menjadi penyair tapi menjadikan puisi sebagai bagian kegiatan sehari-hari. Untuk berpuisi kita tak harus menjadi penyair. Sebagaimana untuk berdoa, kita tak harus menjadi ulama atau pendeta. Namun puisi jenis ini mempunyai potensi untuk popular dengan cepat karena fun dan sesuai dengan teknologi social media yang tersedia. Bisa juga dipastikan, puisi jenis ini akan lebih banyak menyentuh generasi muda, generasi yang paling intens dengan kultur social media dan multimedia. Robert Frost penyair tekenal itu perlu dikutip. “Hanya dalam tiga kata, aku bisa meringkaskan apapun yang kupelajari tentang hidup.”[1] Aneka komunitas twitter mengambil pesan Robert Frost dan menerjemahkannya ke dalam fiksi. Jika banyak hal dalam hidup bisa diringkaskan dalam tiga kata, berarti 140 karakter di twitter yang lebih dari tiga kata dapat pula melahirkan sastra genre baru. Komunitas TweetFiction bermunculan.[2] Komunitas ini membuat puisi atau prosa dalam twitter. Penggemar sastra dan penggila twitter pun bertemu. Mereka bersemangat melahirkan genre baru sastra era twitter. Saya ingin selangkah lagi lebih maju. Kita juga hidup di era multimedia. Puisi perlu juga dikembangkan tak hanya melalui teks saja. Teks puisi perlu dipadukan dengan gambar statis, bunyi, ataupun gambar bergerak dalam video dan film, dan melahirkan jenis puisi yang sama sekali berbeda. Teknologi di era kini memudahkan kita membuat dan mengedit gambar, suara dan video. Fasilitas komunikasi dan teknologi sudah jauh berbeda dibandingkan era sebelum internet datang. Aneka karya jutaan manusia di internet sudah menjadi “perpustakaan” kolektif. Karya siapapun di sana bisa menjadi “bahan mentah” untuk siap diolah oleh siapapun. Berkarya dengan multimedia dan di social media menjadi murah, mudah dan fun. Memang sudah banyak respon atas datangnya era digital. Penyair dan sastrawan Indonesia sendiri banyak yang menggunakan multimedia untuk pentas seni mereka di darat. Lalu kegiatan itu direkam dan dipublikasi di internet, seperti yang dilakukan penyair Asrizal Nur[3]. Atau berkembang juga komunitas fiksi mini[4] dan puisi mini di twitter. Di luar negri, respons atas datangnya kultur digital natives ini lebih beragam. Berkembang jenis sastra dengan aneka nama, mulai dari #ePoem di twitter[5], digital poetry[6], e-Poetry[7],

Other services near

Apakah Puisi Mini Multimedia bisnis Anda? Tuntutan profil anda dan lebih banyak membawa dengan menambah lebih banyak kandungan, gambar dan butir-butir bisnis yang lain.

We have more Video services available on Hotfrog Indonesia. You can update your search for Video by location, keyword or service options.

Small Business Hub

Berbagi tips, ide dan saran untuk membantu mengembangkan bisnis kecil Anda

Melihat Small Business Hub

[23499167]