Konsultan ISO 9001:2008

Konsultan ISO 9001:2008 dari DC Konsultan

Oleh: DC Konsultan  20/09/2011
Kata kunci: Konsultan, Consulting Services, konsultan iso

ISO 9001 atau QMS ISO 9001 atau SNI ISO 9001 adalah standardisasi internasional yang paling dasar yaitu standard yang mengatur Sistem manajemen Mutu, saat ini hadir dengan versi terbarunya yaitu ISO 9001:2008. Metode Pendekatan ISO 9001:2008 menggunakan pendekatan proses (Process Approach), pendekatan sistem (system approach) dan juga menggunakan pola Plan - Do - Check - Action (PDCA) - Continuous Improvement. ISO 9001:2008 mengatur bagaimana sistem manajemen harus dilakukan oleh suatu organisasi untuk bisa menjamin mutu produknya, baik barang (goods) maupun jasa (service) , agar mutu produk tersebut sesuai dengan persyaratan pelanggan, atau persyaratan lain, maupun sesuai standard mutu yg telah ditetapkan organisasi yang berfokus pada manajemen atau pengelola mutu organisasi tersebut. Kepatuhan atau compliance inilah yang membedakan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dengan model manajemen lainnya, organisasi tidak bisa bebas mengembangkan sendiri sistem manajemennya. Itulah sebabnya audit ISO 9001:2008 yang dilakukan oleh Badan Sertifikasi disebut juga dengan compliance audit atau audit kepatuhan. Berbicara Mutu di dalam ISO 9001:2008 bisa mencakup kualitas produk (Q), biaya atau Cost (C), pengiriman atau Delivery (D), keamanan / keselamatan atau safety (S) dan moral (M) atau biasa disingkat dengan QCDSM. Sedangkan dokumen dalam sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 biasanya berisi kebijakan mutu (Quality Policy), sasaran mutu (Quality Objectives), dan pedoman mutu (Quality Manual). Prosedur wajib ISO 9001:2008 antara lain: • Prosedur Pengendalian Dokumen • Prosedur Pengendalian Rekaman / Catatan • Prosedur Internal Audit • Prosedur Laporan Produk Tidak Sesuai • Prosedur Permintaan Tindakan Perbaikan • Prosedur Permintaan Tindakan Pencegahan Manfaat menerapkan ISO 9001:2008 Manfaat dengan diterapkannya ISO 9001:2008 bagi organisasi antara lain : • Kepuasan pelanggan dengan penyampaian produk secara konsisten dalam memenuhi persyaratan- persyaratan pelanggan. • Mengurangi biaya operasional dengan peningkatan berkesinambungan pada proses-proses dan hasil dari efisiensi operasional. • Peningkatan hubungan pada pemegang kepentingan termasuk para karyawan, pelangan dan pemasok. • Persyaratan pematuhan hukum dengan pemahaman bagaimana persyaratan suatu peraturan dan perundang-undangan tersebut mempunyai pengaruh tertentu pada suatu organisasi dan para pelanggan. • Peningkatan terhadap pengendalian manajemen resiko dengan konsistensi secara terus menerus dan adanya mampu telurus suatu produk dan pelayanan. Metode yang diterapkan untuk membantu klien kami dalam proses sertifikasi ISO menggunakan Metode Pendekatan Sederhana (SAS=Simple Aproach System). 8 Prinsip-prinsip Manajemen Mutu Prinsip 1 – Organisasi yang berfokus pada pelanggan Organisasi tergantung pada pelanggannya. Oleh karena itu, organisasi harus mengerti keinginan pelanggan baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang, memenuhi permintaan pelanggan dan bahkan berusaha keras untuk melampauinya. Prinsip 2 – Kepemimpinan Pemimpin menetapkan satu tujuan dan arah organisasi. Mereka harus menciptakan dan memelihara lingkungan internal di mana karyawan dapat terlibat secara penuh dalam mencapai tujuan organisasi. Prinsip 3 – Keterlibatan karyawan Karyawan pada semua tingkat adalah unsur dari suatu organisasi dan keterlibatan mereka senantiasa memberikan sumbangsih bagi kepentingan perusahaan. Prinsip 4 – Pendekatan Proses Suatu hasil yang diinginkan akan dicapai secara lebih efisien jika sumber daya dan aktivitas yang saling berkaitan diatur sebagai satu proses. Prinsip 5 – Pendekatan sistem pada manajemen Jika proses-proses yang saling berkaitan dapat diidentifikasikan dan diatur sebagai suatu sistem, maka tujuan dan sasarannya dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien. Prinsip 6 – Peningkatan yang berkesinambungan Peningkatan yang berkesinambungan harus menjadi suatu tujuan permanen dari organisasi. Prinsip 7 – Pendekatan faktual untuk pengambilan keputusan Keputusan efektif berasal dari data dan informasi yang dianalisis dengan baik. Prinsip 8 – Hubungan pelanggan yang bermanfaat bagi kedua pihak Hubungan antara suatu organisasi dan para pemasoknya adalah saling ketergantungan, dan hubungan saling ketergantungan itu menghasilkan nilai lebih bagi keduanya.

Kata kunci: Consulting Services, iso 9001:2008, ISO Training Center, Konsultan, konsultan iso, Professional Consultan, Sistem Manajemen Mutu, training iso,