Emas makin anjlok ke $1.300, permintaan di kuartal pertama turun 13%

Oleh: Millenium Penata Futures Surabaya - 0315616707  17/05/2013
Kata kunci: Jasa keuangan, Berita Terkini, Online Trading

Harga emas terus menurun dalam enam perdagangan terakhir mencatat penurunan harga sebesar 6%. Dalam laporan terkininya, Dewan Emas Dunia menyatakan permintaan emas menurun 13% di kuartal pertama tahun ini dari tahun lalu. Pada penutupan perdagangan hari Kamis (16/05) harga emas berakhir turun hingga mendekati ke harga terendah dalam sebulan ini. Jatuhnya harga emas ini menyusul tingkat inflasi AS yang menurun ditambah dengan menguatnya indek pasar saham AS sehingga menjadi daya pikat para investor untuk bertransaksi saham. Untuk kontrak pengiriman bulan Juni, harga komoditi emas turun $9.30, atau sebesar 0.7%, berakhir di harga $1,386.90 per ons di bursa New York Mercantile Exchange. Sepanjang tahun ini, harga emas telah menurun 17%. Menurunnya inflasi praktis memudarkan daya pikat emas sebagai alat pelindung melawan inflasi. Kondisi ini semakin diperparah dengan kenaikan yang terjadi di bursa saham. Alhasil, banyak investor memindahkan investasinya dari emas ke pasar saham saat ini. Data ekonomi AS terkini menyatakan bahwa indek harga konsumen bulan April turun 0.4%, dengan tingkat inflasi selama setahun kini turun 1.1% dibulan April turun dari 1.5% di bulan Maret. Ini merupakan inflasi terendah sejak November 2010. Disisi lain, terjadi kenaikan klaim pengangguran selama sepekan ini, dan sector manufaktur AS mengalami pertumbuhan negative pula, kondisi melemahnya Dolar AS tidak banyak membantu Emas. Klaim pengangguran mencapai posisi tertinggi dalam enam minggu ini, dan indek manufaktur Philadelphia mengalami pertumbuhan negative untuk bulan Mei. Ini merupakan penurunan pertama sejak Februari silam. Biasanya, dengan kondisi ekonomi AS yang memburuk ini akan membuat Emas menjadi safe haven. Namun saat ini, data-data tersebut mengalami konflik yang berujung pada konflik pula dalam sinyalemen pasar. Tren jangka panjang emas masih diyakini menurun. Indek Dolar AS mengalami penurunan pula, ke 83.606, dari sebelumnya di 83.795. Selama ini menguatnya Dolar AS memberikan pukulan bagi harga emas dan sebaliknya pula. Menguatnya Dolar AS masih menjadi sentiment utama jatuhnya harga emas, Terlihat dari saat Dolar mampu menembus angka 100 Yen Jepang, indikasi Dolar menguat dan membuat Emas jatuh kelimpungan. Kondisi ini semakin menguat dengan perdagangan terhadap Dolar Australia pula. Dalam jangka pendek, menguatnya Dolar AS akan memukul terus Emas dan tak heran kita akan menjumpai harga emas tersungkur di dasarnya. Sebagian pialang membuat asumsi harga emas akan cepat mengarah ke $1,300 yang akan menjadi koreksi harga emas sebesar 50% semenjak mengalami kenaikan panjang dari 2008 silam. Sementara itu, Dewan Emas Dunia melaporkan permintaan fisik emas di kuartal pertama tahun ini menurun dari kuartal yang sama di tahun lalu. Total permintaan fisik emas hanya sebesar 963 metric ton. Pun demikian, menurut Dewan Emas Dunia permintaan ETF emas di kuartal pertama meningkat dari tahun lalu, bersamaan dengan perhiasan, batangan dan koin.

Kata kunci: Berita Ekonomi, Berita Terkini, Forex Broker, Forex Trading, investasi emas, investasi online, Jasa keuangan, millenium penata futues, Online Trading,

Kontak Millenium Penata Futures Surabaya - 0315616707

Email

Mencetak halaman ini

Memberikan

Lain berita dan memutakhirkan dari Millenium Penata Futures Surabaya - 0315616707

17/05/2013

Jumat Sore, Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp 9.60 / USD

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (17/5) ditutup melemah 13 poin (0,133%)